Harap berkumpul pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2008 di rumah akhi Al Hamidy, ba'da azhar.
Dengan agenda acara "Pergantian Pengurus Baru tahun 2008-2009".
Diharapkan kehadiran antum-antum sekalian, dan mohon dikabarkan kepada teman-teman yang lain.
Syukron
Read More..
TRAVELLING WITH IKRH JOGJA
Assalamu'alakum kaifa halukum....???
InyaAllah baik-baik semua ya...Oh ya Alhamdulillah pada tangal 27 April 2008 IKRH Jogja jalan-jalan ke Depok dan PARIS, lho sejak kapan PARIS pindah ke Jogja???? tenang bukan Parisnya Prancis tapi PARang kritIS sohib.
Acaranya alhamdulillah sukses dengan lancar, dengan di awali tawar menawar ikan oleh Mawar dan Tuti, lunch hingga bermain bola dan game curhat oleh akhi Nando leadernya (piss bro).
Disini ada beberapa foto kita-kita waktu disana, lihat aja free kok :D
Klo ada yang berminat ambil aja tau kalau masih kurang hubungi admin aja ok.....



Read More..
InyaAllah baik-baik semua ya...Oh ya Alhamdulillah pada tangal 27 April 2008 IKRH Jogja jalan-jalan ke Depok dan PARIS, lho sejak kapan PARIS pindah ke Jogja???? tenang bukan Parisnya Prancis tapi PARang kritIS sohib.
Acaranya alhamdulillah sukses dengan lancar, dengan di awali tawar menawar ikan oleh Mawar dan Tuti, lunch hingga bermain bola dan game curhat oleh akhi Nando leadernya (piss bro).
Disini ada beberapa foto kita-kita waktu disana, lihat aja free kok :D
Klo ada yang berminat ambil aja tau kalau masih kurang hubungi admin aja ok.....

Read More..
DAFTAR RATUSAN KITAB HADIST YANG TERPELIHARA HINGGA KINI
"Ibn Hajar al-Asqalani berkata dalam kitabnya "al-Nukat `Ala Ibni Solah" (m/s: 992), Abu Ja'far Muhammad bin al-Husain telah menyebutkan dalam kitabnya "al-Tamyiz" dari Syu'bah, al-Thauri, Yahya bin Said al-Qattan, Ibnu al-Mahdi, Ahmad bin Hanbal dan lain-lain bahwa jumlah hadist-hadist yang disandarkan kepada Nabi S.A.W (yaitu hadist-hadist shahih tanpa berulang) adalah 4400 (empat ribu empat ratus) hadist"
Berikut adalah rangkai kitab-kitab Matan hadist yang masih terpelihara sejak dari kurun yang awal Hijrah dan sehingga sekarang, yang telah sampai kepada kita pada zaman ini. Sebagian dari kitab-kitab ini adalah tidak asing bagi kita dan sebagiannya mungkin baru. Rangkain yang disebutkan dibawah termasuk juga kitab-kitab, tulisan-tulisan dan manuskrip-manuskrip yang mengumpulkan matan hadis-hadis beserta sanadnya yang lengkap, sama-saja kitab itu memang dikhaskan untuk pengumpulan hadist (seperti kutub al-Sittah) ataupun kitab-kitab yang tidak dikhaskan untuk pengumpulan hadist, akan tetapi penulisnya turut menyebut hadist-hadist didalamnya dengan sanad penulis itu sendiri (seperti kitab al-Umm karya Imam Syafie r.h).
Rangkain kitab-kitab ini disusun oleh seorang tokoh terkemuka dan juga Muhaddith negara Iraq, uaitu as-Syaikh al-Muhaddith Dr. Mahir Yasin al-Fahl (hafizahullah) dalam forum Multaqa' Ahli Hadeeth. Salah satu bukti objektif dalam menyebut dan menyebutkan nama-nama kitab ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada para pembaca betapa banyak dan tidak terhitungnya kitab-kitab yang telah dikhususkan dan telah diabadikan untuk pengumpulan hadist, walaupun rangkaian ini kelihatan banyak akan tetapi sebenarnya belum sempurna dan masih banyak lagi kitab-kitab yang tidak tersebutkan disini, dan Syaikh Mahir meminta agar mereka yang lain dalam thread tersebut agar dapat menambah lagi rangkain ini yang mana beliau tetinggal, dan setelah itu rangkaian ini bertambah lebih kurang 100 lagi kitab yang tidak diseburkan oleh Syaikh (link thread asal dalam arab disini:
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=30490),
itupun rasanya masih banyak lagi kitab-kitab yang terlepas.
Sebagian orang, khususnya orientalis salah faham sehingga menganggap kitab-kitab hadist seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim muncul secara tiba-tiba dan oleh karena itu ia tidak dapat dipercayai, ini tidak benar sama sekali!! Bahkan dusta!! Bahkan menunjukkan kedangkalan mereka terhadap sejarah penulisan dan pengumpulan hadist. Hadis-hadis Baginda SAW telah mula dikumpulkan dan ditulis sejak zaman para sahabat dan setiap hadist-hadist itu telah dikaji dan dikenal pasti kesahihannya oleh para Imam-Imam Huffaz Hadis yang mana pengkajian ini mencapai puncak dan kegemilangannya sekitar kurun kedua dan ketiga Hijrah. Akan tetapi, bukanlah menjadi topik penulisan ini untuk membicarakan sejarah pengkajian dan pengumpulan hadist.
Suatu perkara yang penting ialah, walaupun terdapat banyak kitab-kitab yang menghimpunkan hadis-hadis. Namun, jika kita perhatikan kebanyakan (sangat banyak) hadis-hadis yang terdapat dalam kitab-kitab ini hadis-hadisnya mempunyai sanad-sanad yang turut bersambung, dan bertemu malah ada yang sama dengan sanad-sanad yang terdapat dalam kitab-kitab hadis yang terkemuka seperti Kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain kitab hadis yang terkenal. Ini tidak termasuk kitab-kitab hadis yang popular ini juga turut sendiri sanad-sanadnya telah bersambung dan turut bertemu dan ada yang sama. Dimana sanad-sanad ini adalah untuk hadis-hadis yang sama dan lebih penting adalah dari guru-guru yang berbeda dan semuanya akan berbalik kepada sumber sanad yang awal dan pokoknya yaitu kepada para Tabiin dan para Sahabat dan seterusnya kepada Rasulullah SAW. Sehingga begitu susah dan seolah sangat mustahil untuk kita dapati walau satupun hadis sahih yang terdapat dalam kitab-kitab lain melainkan hadis-hadis itu turut termuat dalam kitab-kitab hadis yang terkenal seperti kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain.
Malah jika kita perhatikan kepada jumlah hadis-hadis sahih, seperti yang dikhabarkan oleh Imam-Imam Huffaz zaman keemasan kajian hadis seperti Syu'bah, al-Thauri, Yahya bin Said al-Qattan, Ibnu al-Mahdi, Ahmad bin Hanbal, sebagaimana yang dinuqilkan oleh Ibn Hajar dalam ''al-Nukat `Ala Ibni Solah'' hanya berjumlah sekitar 4400 hadis semuanya, dan turut dinuqilkan oleh Ibn Rajab al-Hanbali dalam ''Jami Ulum wal Hikam'' bahwa Abu Daud menyatakan jumlah hadis-hadis sahih berjumlah sekitar hanya 4000 hadis. Tambahan lagi, hadis-hadis yang tidak berulang dalam dua kitab Sahih (Bukhari dan Muslim) sama saja hadis yang diriwayatkan bersama (muttafaq alaih) ataupun secara sendirian, berjumlah sebanyak 2900!!
Ini secara tidak langsung mampu memberi gambaran kepada kita bahawa kebanyakan mayoritas hadis-hadis sahih adalah sebenarnya telah termuat dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Ini diperkuatkan lagi dengan kata-kata al-Hafiz Ibn Mandah dalam ''Shurut al-A’immah'' bahwa salah seorang Syaikh (Guru) kepada al-Hakim, al-Hafiz Abu ‘Abdillah Muhammad ibn Ya’qub ibn al-Akhram menyatakan: ''betapa sangat jarangnya (yaitu susahnya) sesuatu hadist yang tsabit itu terlepas oleh al-Bukhari dan Muslim'', kenyataaan ini mengukuhkan bahwa walaupun bukan kesemuanya, tetapi kebanyakan matoritas, hadis-hadis sahih adalah sebenarnya telah terkandung dalam kitab Sahihain.
Satu hal lagi, perlu diingat dan difahami bahwa walaupun kitab-kitab yang akan disebut dalam rangkaian dibawah ini adalah kitab-kitab hadis yang telah terjaga hidup dan terpelihara sehingga zaman kita ini, dan tidak dinafikan bahwa kitab-kitab yang tidak sampai kepada kita sehingga zaman ini yang turut mengumpulkan hadis (termasuk kitab-kitab yang tidak dikhususkan untuk pengumpulan hadis, akan tetapi turut menyebut hadis-hadis didalamnya dengan sanad yang sendiri-sendiri) masih banyak dan mungkin berlipat ganda jumlahnya dari yang terpelihara seperti yang akan disebutkan dibawah nanti. Walau bagaimanapun, dengan hanya membaca dan melihat karya-karya yang telah sampai kepada kita hari ini pun, telah sangat jelas dan sangat meyakinkan kepada kita bahwa tiada satupun daripada Sunnah yang terlepas, tertinggal ataupun hilang dengan hilangnya atau tidak terpeliharanya kitab-kitab hadis lain yang tidak sampai kepada kita pada zaman ini. Ini kerana, jika diperhatikan kitab-kitab hadis yang telah sampai kepada kita pada zaman inipun, isinya hanya mengandungi hadis-hadis yang sanad-sanadnya berulang-ulang yang sama dengan kitab-kitab yang lain, terutamanya dalam kitab-kitab hadis yang utama, terkemuka dan penting seperti Kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain kitab hadis yang terkenal.
Ini diperkuatkan lagi dengan fakta bahwa kitab-kitab hadis yang popular ini juga turut sendiri-sendiri sanad-sanadnya telah bersambung dan turut bertemu dan ada yang sesama mereka. Sehingga begitu susah dan seolah sangat mustahil untuk kita dapati walau satupun hadis sahih yang terdapat dalam kitab-kitab lain melainkan hadis-hadis itu turut termuat dalam kitab-kitab hadis yang terkenal seperti kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain. Malah seperti yang telah disebutkan sebelum ini kebanyakan dan mayoritas hadis-hadis Sahih telah termuat dan telah terkandung dalam dua kitab Sahih (Sahihain yaitu sama saja Sahih Bukhari atau Sahih Muslim).
daftar kitab-kitab di bawah ini pernah ana postingan namun hanay sedikit ........
dan jumlah kitba-kitab berikut ini pun masih bisa bertambah , untuk bisa lihat tambahannya di : http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=30490),
Read More..
Berikut adalah rangkai kitab-kitab Matan hadist yang masih terpelihara sejak dari kurun yang awal Hijrah dan sehingga sekarang, yang telah sampai kepada kita pada zaman ini. Sebagian dari kitab-kitab ini adalah tidak asing bagi kita dan sebagiannya mungkin baru. Rangkain yang disebutkan dibawah termasuk juga kitab-kitab, tulisan-tulisan dan manuskrip-manuskrip yang mengumpulkan matan hadis-hadis beserta sanadnya yang lengkap, sama-saja kitab itu memang dikhaskan untuk pengumpulan hadist (seperti kutub al-Sittah) ataupun kitab-kitab yang tidak dikhaskan untuk pengumpulan hadist, akan tetapi penulisnya turut menyebut hadist-hadist didalamnya dengan sanad penulis itu sendiri (seperti kitab al-Umm karya Imam Syafie r.h).
Rangkain kitab-kitab ini disusun oleh seorang tokoh terkemuka dan juga Muhaddith negara Iraq, uaitu as-Syaikh al-Muhaddith Dr. Mahir Yasin al-Fahl (hafizahullah) dalam forum Multaqa' Ahli Hadeeth. Salah satu bukti objektif dalam menyebut dan menyebutkan nama-nama kitab ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada para pembaca betapa banyak dan tidak terhitungnya kitab-kitab yang telah dikhususkan dan telah diabadikan untuk pengumpulan hadist, walaupun rangkaian ini kelihatan banyak akan tetapi sebenarnya belum sempurna dan masih banyak lagi kitab-kitab yang tidak tersebutkan disini, dan Syaikh Mahir meminta agar mereka yang lain dalam thread tersebut agar dapat menambah lagi rangkain ini yang mana beliau tetinggal, dan setelah itu rangkaian ini bertambah lebih kurang 100 lagi kitab yang tidak diseburkan oleh Syaikh (link thread asal dalam arab disini:
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=30490),
itupun rasanya masih banyak lagi kitab-kitab yang terlepas.
Sebagian orang, khususnya orientalis salah faham sehingga menganggap kitab-kitab hadist seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim muncul secara tiba-tiba dan oleh karena itu ia tidak dapat dipercayai, ini tidak benar sama sekali!! Bahkan dusta!! Bahkan menunjukkan kedangkalan mereka terhadap sejarah penulisan dan pengumpulan hadist. Hadis-hadis Baginda SAW telah mula dikumpulkan dan ditulis sejak zaman para sahabat dan setiap hadist-hadist itu telah dikaji dan dikenal pasti kesahihannya oleh para Imam-Imam Huffaz Hadis yang mana pengkajian ini mencapai puncak dan kegemilangannya sekitar kurun kedua dan ketiga Hijrah. Akan tetapi, bukanlah menjadi topik penulisan ini untuk membicarakan sejarah pengkajian dan pengumpulan hadist.
Suatu perkara yang penting ialah, walaupun terdapat banyak kitab-kitab yang menghimpunkan hadis-hadis. Namun, jika kita perhatikan kebanyakan (sangat banyak) hadis-hadis yang terdapat dalam kitab-kitab ini hadis-hadisnya mempunyai sanad-sanad yang turut bersambung, dan bertemu malah ada yang sama dengan sanad-sanad yang terdapat dalam kitab-kitab hadis yang terkemuka seperti Kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain kitab hadis yang terkenal. Ini tidak termasuk kitab-kitab hadis yang popular ini juga turut sendiri sanad-sanadnya telah bersambung dan turut bertemu dan ada yang sama. Dimana sanad-sanad ini adalah untuk hadis-hadis yang sama dan lebih penting adalah dari guru-guru yang berbeda dan semuanya akan berbalik kepada sumber sanad yang awal dan pokoknya yaitu kepada para Tabiin dan para Sahabat dan seterusnya kepada Rasulullah SAW. Sehingga begitu susah dan seolah sangat mustahil untuk kita dapati walau satupun hadis sahih yang terdapat dalam kitab-kitab lain melainkan hadis-hadis itu turut termuat dalam kitab-kitab hadis yang terkenal seperti kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain.
Malah jika kita perhatikan kepada jumlah hadis-hadis sahih, seperti yang dikhabarkan oleh Imam-Imam Huffaz zaman keemasan kajian hadis seperti Syu'bah, al-Thauri, Yahya bin Said al-Qattan, Ibnu al-Mahdi, Ahmad bin Hanbal, sebagaimana yang dinuqilkan oleh Ibn Hajar dalam ''al-Nukat `Ala Ibni Solah'' hanya berjumlah sekitar 4400 hadis semuanya, dan turut dinuqilkan oleh Ibn Rajab al-Hanbali dalam ''Jami Ulum wal Hikam'' bahwa Abu Daud menyatakan jumlah hadis-hadis sahih berjumlah sekitar hanya 4000 hadis. Tambahan lagi, hadis-hadis yang tidak berulang dalam dua kitab Sahih (Bukhari dan Muslim) sama saja hadis yang diriwayatkan bersama (muttafaq alaih) ataupun secara sendirian, berjumlah sebanyak 2900!!
Ini secara tidak langsung mampu memberi gambaran kepada kita bahawa kebanyakan mayoritas hadis-hadis sahih adalah sebenarnya telah termuat dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Ini diperkuatkan lagi dengan kata-kata al-Hafiz Ibn Mandah dalam ''Shurut al-A’immah'' bahwa salah seorang Syaikh (Guru) kepada al-Hakim, al-Hafiz Abu ‘Abdillah Muhammad ibn Ya’qub ibn al-Akhram menyatakan: ''betapa sangat jarangnya (yaitu susahnya) sesuatu hadist yang tsabit itu terlepas oleh al-Bukhari dan Muslim'', kenyataaan ini mengukuhkan bahwa walaupun bukan kesemuanya, tetapi kebanyakan matoritas, hadis-hadis sahih adalah sebenarnya telah terkandung dalam kitab Sahihain.
Satu hal lagi, perlu diingat dan difahami bahwa walaupun kitab-kitab yang akan disebut dalam rangkaian dibawah ini adalah kitab-kitab hadis yang telah terjaga hidup dan terpelihara sehingga zaman kita ini, dan tidak dinafikan bahwa kitab-kitab yang tidak sampai kepada kita sehingga zaman ini yang turut mengumpulkan hadis (termasuk kitab-kitab yang tidak dikhususkan untuk pengumpulan hadis, akan tetapi turut menyebut hadis-hadis didalamnya dengan sanad yang sendiri-sendiri) masih banyak dan mungkin berlipat ganda jumlahnya dari yang terpelihara seperti yang akan disebutkan dibawah nanti. Walau bagaimanapun, dengan hanya membaca dan melihat karya-karya yang telah sampai kepada kita hari ini pun, telah sangat jelas dan sangat meyakinkan kepada kita bahwa tiada satupun daripada Sunnah yang terlepas, tertinggal ataupun hilang dengan hilangnya atau tidak terpeliharanya kitab-kitab hadis lain yang tidak sampai kepada kita pada zaman ini. Ini kerana, jika diperhatikan kitab-kitab hadis yang telah sampai kepada kita pada zaman inipun, isinya hanya mengandungi hadis-hadis yang sanad-sanadnya berulang-ulang yang sama dengan kitab-kitab yang lain, terutamanya dalam kitab-kitab hadis yang utama, terkemuka dan penting seperti Kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain kitab hadis yang terkenal.
Ini diperkuatkan lagi dengan fakta bahwa kitab-kitab hadis yang popular ini juga turut sendiri-sendiri sanad-sanadnya telah bersambung dan turut bertemu dan ada yang sesama mereka. Sehingga begitu susah dan seolah sangat mustahil untuk kita dapati walau satupun hadis sahih yang terdapat dalam kitab-kitab lain melainkan hadis-hadis itu turut termuat dalam kitab-kitab hadis yang terkenal seperti kutub Sittah, Musnad Ahmad, Muwatta' Malik dan lain-lain. Malah seperti yang telah disebutkan sebelum ini kebanyakan dan mayoritas hadis-hadis Sahih telah termuat dan telah terkandung dalam dua kitab Sahih (Sahihain yaitu sama saja Sahih Bukhari atau Sahih Muslim).
daftar kitab-kitab di bawah ini pernah ana postingan namun hanay sedikit ........
dan jumlah kitba-kitab berikut ini pun masih bisa bertambah , untuk bisa lihat tambahannya di : http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=30490),
Read More..
5 Langkah Mengganti Logo Google dengan Nama Anda

Siapa yang tak kenal dengan Google, mesin cari populer dengan latar halaman bernuansa putih sederhana plus logo "Google" di atas kotak mesin carinya.
Jika Anda bosan dengan tampilan logo tersebut, Anda bisa membuat halaman seperti Google dengan nama Anda. Caranya sangat mudah. Cukup klik-klik saja logo dan style yang diinginkan, dalam sekejap Anda akan bisa memiliki halaman mesin cari seperti Google dengan nama Anda. Simak langkahnya:
1. Buka situs http://www.funnylogo.info/create.asp
2. Masukan nama yang Anda inginkan pada situs tersebut.
3. Tentukan style tulisan yang diinginkan, misal: Google Style.
4. Klik "Create My Search Engine".
5. Setelah itu akan muncul tampilan "Situs Google" dengan logo yang kita inginkan.
Untuk membuat tampilan tersebut menjadi halaman default ketika Anda membuka browser, copy alamat yang tertera pada Address.
Untuk Browser Internet Explorer (IE):
1. Klik menu Tools - Internet Options
2. Pilih tab General, lalu ubah field Home Page dengan alamat tersebut.
Untuk Browser Mozila:
1. Klik menu Tools - Options
2. Pilih tab Main, lalu ubah field Home Page dengan alamat tersebut.
3. Pada field When Firefox starts, pilih settingan Show my home page, lalu klik OK.
Setelah semua langkah dilakukan, Anda bisa mencoba membuka browser dan melihat hasilnya. sumber detik.com
Read More..
BISMILLAH
Assalamu'alaikum akhi dan ukhti semua...
Setelah sekian lama kita mengharapkan sebuah site (dibaca:website), yang ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi antara anak-anak baik IKRH di jogja maupun diseluruh dunia. Dan alhamdulillah pada kesempatan ini, IKRH cabang Yogyakarta baru muncul di dunia maya untuk dapat menjadi salah satu media penghubung dan share berbagai macam informasi ataupun hanya ingin mengucapkan "Assalamu'alaikum akhi...atau ukthi...". Kepada teman-teman semua yang ingin mem-post harap mengemail admin ok.....
Kami tunggu partisipasi akhi dan ukhti semua....
Wassalam
Read More..
Setelah sekian lama kita mengharapkan sebuah site (dibaca:website), yang ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi antara anak-anak baik IKRH di jogja maupun diseluruh dunia. Dan alhamdulillah pada kesempatan ini, IKRH cabang Yogyakarta baru muncul di dunia maya untuk dapat menjadi salah satu media penghubung dan share berbagai macam informasi ataupun hanya ingin mengucapkan "Assalamu'alaikum akhi...atau ukthi...". Kepada teman-teman semua yang ingin mem-post harap mengemail admin ok.....
Kami tunggu partisipasi akhi dan ukhti semua....
Wassalam
Langganan:
Postingan (Atom)